Baca dan Dimengertilah

Surat Al-Waqi’ah: Bahasa Latin, Indonesia dan Arab

Bahasa Latin

idzaa waqa’ati lwaaqi’at
laysa liwaq’atihaa kaadziba
khaafidhatun raafi’a
idzaa rujjati l-ardhu rajjaa
wabussati ljibaalu bassaa
fakaanat habaa-an munbatstsaa
wakuntum azwaajan tsalaatsa
fa-ash-haabu lmaymanati maa ash-haabu lmaymanat
wa-ash-haabu lmasy-amati maa ash-haabu lmasy-amat
wassaabiquuna ssaabiquun
ulaa-ika lmuqarrabuun
fii jannaati nna’iim
tsullatun mina l-awwaliin
waqaliilun mina l-aakhiriinaa
‘alaa sururin mawdhuuna
muttaki-iina ‘alayhaa mutaqaabiliin
yathuufu ‘alayhim wildaanun mukhalladuun
bi-akwaabin wa-abaariiqa wakaasin min ma’iin
laa yushadda’uuna ‘anhaa walaa yunzifuun
wafaakihatin mimmaa yatakhayyaruun
walahmi thayrin mimmaa yasytahuun
wahuurun ‘iin
ka-amtsaalilluu lui lmaknuun
jazaa-an bimaa kaanuu ya’maluun
laa yasma’uuna fiihaa laghwan walaa taa tsiimaa
illaa qiilan salaaman salaamaa
wa-ash-haabu lyamiini maa ash-haabu lyamiin
fii sidrin makhdhuud
wathalhin mandhuud
wazhillin mamduud
wamaa-in maskuub
wafaakihatin katsiira
laa maqthuu’atin walaa mamnuu’a
wafurusyin marfuu’a
innaa ansyaa naahunna insyaa
faja’alnaahunna abkaaraa
‘uruban atraabaa
li-ash-haabi lyamiin
tsullatun mina l-awwaliin
watsullatun mina l-aakhiriin
wa-ash-haabu sysyimaali maa ash-haabu sysyimaal
fii samuumin wahamiim
wazhillin min yahmuum
laa baaridin walaa kariim
innahum kaanuu qabla dzaalika mutrafiin
wakaanuu yushirruuna ‘alaa lhintsi l’azhiim
wakaanuu yaquuluuna a-idzaa mitnaa wakunnaa turaaban wa’izhaaman a-innaa lamab’uutsuun
awa aabaaunaa l-awwaluun
qul inna l-awwaliina wal-aakhiriin
lamajmuu’uuna ilaa miiqaati yawmin ma’luum
tsumma innakum ayyuhaa dhdhaalluuna lmukadzdzibuun
laaakiluuna min syajarin min zaqquum
famaali-uuna minhaa lbuthuun
fasyaaribuuna ‘alayhi mina lhamiim
fasyaaribuuna syurba lhiim
haadzaa nuzuluhum yawma ddiin
nahnu khalaqnaakum falawlaa tushaddiquun
afara-aytum maa tumnuun
a-antum takhluquunahu am nahnu lkhaaliquun
nahnu qaddarnaa baynakumu lmawta wamaa nahnu bimasbuuqiin
‘alaa an nubaddila amtsaalakum wanunsyi-akum fii maa laa ta’lamuun
walaqad ‘alimtumu nnasy-ata l-uulaa falawlaa tadzakkaruun
afara-aytum maa tahrutsuun
a-antum tazra’uunahu am nahnu zzaari’uun
law nasyaau laja’alnaahu huthaaman fazhaltum tafakkahuun
innaa lamughramuun
bal nahnu mahruumuun
afara-aytumu lmaa-alladzii tasyrabuun
a-antum anzaltumuuhu mina lmuzni am nahnu lmunziluun
law nasyaau ja’alnaahu ujaajan falawlaa tasykuruun
afara-aytumu nnaarallatii tuuruun
a-antum ansya/tum syajaratahaa am nahnu lmunsyi-uun
nahnu ja’alnaahaa tadzkiratan wamataa’an lilmuqwiin
fasabbih bismi rabbika l’azhiim
falaa uqsimu bimawaaqi’i nnujuum
wa-innahu laqasamun law ta’lamuuna ‘azhiim
innahu laqur-aanun kariim
fii kitaabin maknuun
laa yamassuhu illaa lmuthahharuun
tanziilun min rabbi l’aalamiin
afabihaadzaa lhadiitsi antum mudhinuun
wataj’aluuna rizqakum annakum tukadzdzibuun
falawlaa idzaa balaghati lhulquum 3X
wa-antum hiina-idzin tanzhuruunaa
wanahnu aqrabu ilayhi minkum walaakin laa tubshiruun
falawlaa in kuntum ghayra madiiniin
tarji’uunahaa in kuntum shaadiqiin
fa-ammaa in kaana mina lmuqarrabiin
farawhun warayhaanun wajannatu na’iim
wa-ammaa in kaana min ash-haabi lyamiin
fasalaamun laka min ash-haabi lyamiin
wa-ammaa in kaana mina lmukadzdzibiina dhdhaalliin 2X
fanuzulun min hamiim
watashliyatu jahiim
inna haadzaa lahuwa haqqu lyaqiin
fasabbih bismi rabbika l’azhiim [//]

Surat Al Waqi’ah: Bahasa Indonesia (artinya)

Apabila terjadi hari kiamat
Tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya
(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain)
Apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya
Dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya
Maka jadilah ia debu yang beterbangan
Dan kamu menjadi tiga golongan
Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu.
Dan golongan kiri. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
Dan orang-orang yang beriman paling dahulu,
 Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah.
Berada dalam jannah kenikmatan.
Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian
Mereka berada di atas dipan yang bertahta emas dan permata
seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan.
Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,
dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir
Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk
dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih
dan daging burung dari apa yang mereka inginkan
Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli
23. laksana mutiara yang tersimpan baik.
24. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.
25. Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa
26. akan tetapi mereka mendengar ucapan salam.
27. Dan golongan kanan, alangkah bagianya golongan kanan itu.
28. Berada di antara pohon bidara yang tak berduri,
29. dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya)
30. dan naungan yang terbentang luas
31. dan air yang tercurah
32. dan buah-buahan yang banyak,
33. yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya.
34. dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.
35. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung
36. dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan
37. penuh cinta lagi sebaya umurnya.
38. (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan,
39. (yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu.
40. dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian.
41. Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu?
42. Dalam (siksaan) angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih
43. dan dalam naungan asap yang hitam.
44. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.
45. Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewahan
46. Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa besar.
47. Dan mereka selalu mengatakan: “Apakah bila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami akan benar-benar dibangkitkan kembali?,
48. apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (juga)?
49. Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian,
50. banar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal.
51. Kemudian sesungguhnya kamu hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan,
52. benar-benar akan memakan pohon zaqqum,
53. dan akan memenuhi perutmu denganya.
54. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.
55. Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum
56. Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan”.
57. Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan?
58. Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan.
59. Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?
60. Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan,
61. untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.
62. Dan Sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan yang pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran (untuk penciptaan yang kedua)?
63. Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam.
64. Kamukah yang menumbuhkannya atau Kamikah yang menumbuhkannya?
65. Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia hancur dan kering, maka jadilah kamu heran dan tercengang.
66. (Sambil berkata): “Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian”
67. bahkan kami menjadi orang-orang yang tidak mendapat hasil apa-apa
68. Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum.
69. Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya?
70. Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?
71. Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dengan menggosok-gosokkan kayu).
72. Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?
73. Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir.
74. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Maha Besar.
75. Maka Aku bersumpah dengan masa turunnya bagian-bagian Al-Quran.
76. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui.
77. Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia,
78. pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh),
79. tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.
80. Diturunkan dari Rabbil ‘alamiin
81. Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Quran ini?
82. kamu mengganti rezeki (yang Allah berikan) dengan mendustakan Allah.
83. Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,
84. padahal kamu ketika itu melihat,
85. dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat,
86. maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah) ?
87. Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?
88. adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),
89. maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta jannah kenikmatan.
90. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan
91. maka keselamatanlah bagimu karena kamu dari golongan kanan.
92. Dan adapun jika dia termasuk golongan yang mendustakan lagi sesat,
93. maka dia mendapat hidangan air yang mendidih,
94. dan dibakar di dalam jahanam.
95. Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar.
96. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Maha Besar. [//]

Zefara Azzahra