Kita Sering Membicarakannya Dulu

Aku berlari dgn duka yg teramat dalam, bersama air mata yg tertumpah ,,

Jerit yg penuhi dada isak yg memanggil butiir kristal air mata,.. Sosok ibuku yg tabah. Sabar dan hangat selalu membimbingku dlm merajut benang kehidupan, ‘mengajariku bagaimana cara merenda cinta dan kasih sayang . Sosok pribadi yg tenang kuat dan bersahaja buatku,’..

Ibuku adalah cermin hidupku. Beliau adalah guru besarku, sahabatku teman dikala suka duka dlm hidupku,’,,

Suara dan rengekkanku tak akan ibu dengar lagi, meski aku menjerit , meskipun aku terus menangis,..aku hanya bisa mengais sisa kenang yg masih tersisa di kening yg dulu sering kau usap kala amarahku memuncak,..

Sekarang bagaimana aku bisa mengais sisa suaramu, lembut kasihmu, hangat pelukmu ” ibu,,,”! , sepatah kata disaat terakhirmu pun aku tak pernah mendengarnya.

Bagaimana kalau aku rindu. . Aku yg masih malas tertidur dan bermimpi, ,, saat pagi yg dingin kau sudah di depan kaca usang dgn selendang dan sanggul indahnu,.,,

Sekarang kenangan tak akan menghilang meski cermin kaca usang selendang dan kain primis hitam terus melekat dalam lekat bayangan… Aku menuliskan dgn tetes air mata, malam ini sejak kepergianmu.,,

“selamat jalan ibundaku terkasih” ,..semoga Allah , senantiasa memberimu tempat yg luas seluas samudra hatimu,’ semoga damai lekat bersamamu,’,,

18 Jan 2016 Ananda Zefara Azzahra,..

Selisan Kata ,
Buat Sahabatku ” Jeng Yul”.,,,,

Tentang Gelas dan Piring Tadi Siang
Aku bercakap tentang terik, tentang garangnya siang dgn debu yang berlarian
Dan ketika sadar kita telah meninggalkan beberapa gelas, piring, nampan
Yang tetap berserakan dalam tiap dada kita,.,

Aku telah melahapnya,..siang tadi
Hingga puas, dan meninggalkan sejuta noda ,..dan saat itu senyumku pun mengembang
Dan berhenti sejenak menghapus keringat yg terus membasah bersama kereta jingga
Mungkin kau akan menguburkannya dengan sisa pesta siang tadi

Aku yang membenamkan jiwamu dalam tubuhku, bersama denyut nadiku,mengalirkan darah dalam hidupku,…
Segelas teh tawar kataku, segelas minuman segar buah sirsak,. Aku tak pernah peduli bagaimana dia datang dan hinggap di hadapanku,…
Tak ada rinai yg memberiku sejuk, selain dekap dan pelukmu dalam setiap ucap ceriamu,.

Sperti kehadiran shbatku, …yg dulu pernah jatuh tercecer dalam langkah merah jingga ku,..
Atau barangkali hanya sperti gelas dan piring berantakan setelah pesta siang usai?…Dan bila
Prasangka seorang pelacur saja yg selalu betkata, ” habis manis habislah” ,…jiwamu aku benamkan dalam ragaku, cerita segelas minuman dan sepiring makanan siang ini,.

Canda dan tawa menghapus seribu kecewa, ,… aku yang lupa tentang cakap 1 porsi tumis jamur
Aku juga yg telah lalai sibuk bergelut dengan nafsu siang itu,.. Bebek Kaliyo,. Menguasai nafsuku
Cerita tentang nafsu di siang hari tanpa suami, aku pun bisa melepaskannya bersama denganmu,.
Dosa, atau mungkin noda?,… yang pasti aku telah menguburkannya dalam tanah merah dan jingga,….

Terik siang masih terus menghajar,,…aku terus melaju membuang sejuta kepuasan ,..Dan
Kadang waktu, membuat kita lupa ,..tentang kedewasaan, tentang melanggar akan titah Tuhan,.. terkadang membuat ku tersadar bahwa aku yg tak punya apa apa selain jasad yg penuh noda dan dosa

Sahabatku, seandainya siang tadi aku lupa mengulurkan tanganku, sejenak memelukmu selisan kucapkan tentang pecah tangis pertamamu, tentang senyum bahagia orang terdekatmu,maafkan aku,. ,..masih di pesta siang tadi ,…jumat yg penuh berlian, adalah hari bahagiamu,..
Senyum dan tatahkan doa, ….dan ” selamat ulang tahun”,… tiada hadiah yg terindah selain cinta dan kesetiaan sbg seorang sahabat,..

Salam Manis
Dariku,… Zefara Azzahra,… 8 Januari 2016

Hujan tiris malam ini
Memberi titik basah yg tak mampu bekukan sebutir debu

Aku tetap mencoba mengais sisa manis yang tertinggal di sini
Ditiap pintu hatiku dan tiap jendela bathinku

Dan untukmu wahai malam yang gelap dan hitam,..
Aku yang masih terus bertanya,..
Mengapa Engkau ciptakan sekeping hati yang rapuh dan mudah terluka,..

Saat dihadapkan dengan sepucuk duri duri kasih
Begitu kuat untuk merengkuh asa,..
Yang kadang menyisahkan sejuta gelisah menyematkan kepedihan
Diantara pertemuan 2 hati dalam rintik gerimis,.

Untuk Sahabat Kecilku, Seluruh Sahabat Setiaku,
” selamat menikmati libur panjangngmu” dan Selamat Malam,..

Zefara Azzahra,.. salam Des 2015

Hanya Waktu yang akan menyadarkanku,..
Terkadang semuanya membutuhkan waktu,

Waktu dmna kita harus berhnti, berhenti melangkah….
Berhenti berbicara… Berhenti mendengar, Berhenti pergi menggodamu

Sejadah pun menjadi sandaran tempat air mata ketika air mata terpecah,

Ketika penglihatan sudah mulai tak terarah,. dipenuhi sejuta keinginan yg salah
Ketika harapan sudah mulai dihantui dgn bayang bayang ,..nista

Tapi aku percaya,,, itu smua bukan akhir dari segalanya,,..
Masih akan ada seberkas cahaya putih dariNya karena aku tau,

Sang Ilahi Robbi sedang menguji driku,,..
Menguji kesabaranku dan menjaga hati ini untuk tidak mencintai orang yang salah…

Sahabat Setiaku Selamat Menjalankan ibadah Isya, …dan selamat malam,..

Zefara Azzahra , 21 Des 2015“

Adakah yang lebih romantis
saat gerimis datang?”
Tadi aku sempat kosong saat dingin terus mencekik
Langkahku ragu, tapi aku juga ingin bertemu hari ini
Bukankah kita sering membicarakannya dulu
Di saat kau memintaku untuk berteduh
satu hari saja

“Gerimis masih menari nari dan menyambutku parau”
Gerimis yg membawa rindu
Lalu aku semakin mendekat memberikan tanganku
Wajahku ,…badanku,…juga bibirku
Menuju rintik lembutnya, yang sering kau sebut cinta,..
Dan, kau menari …bersamaku
Dan debu debu di tepian trotoar jalan menjadi beku
Dari gerimis di kala surya mengunci jendela

Aku tak tahu,..tak kuat aku harus menahan beban ini
Samar-samar kau membaca gelisahku bukan?
Dan kau mengerti:,..
Aku akan membawamu selalu
Untuk singgah di suasana bathinku selalu

dari gerimis di kala hati resah
Saat aku terjaga
Dekapanmu terasa di alam nyata
Mimpi kita penuh syahdu dalam gerimis indah

Gerimis datang dan masih menyapa
Bercerita tentang dingin dan gelisah
Berkisah trntang rindu yg basah disepanjang jalan
Aku tetap membelainya meski dingin mengikis kulitku

Gerimis jatuh satu satu
Anganku menghitung sekali waktu
“Kau pasti membagi sejuk”

Zefara Azzahra, 20 Des 2015,. Salam untuk 2 jam