Mengkritik Lewat Percakapan Cerpen Bersifat Lucu

Teks anekdot merupakan suatu cerita pendek yang bersifat lucu, akan tetapi mempunyai maksud untuk mengkritik.05Biasanya yang di kritik dalam teks anekdot adalah layanan publik dalam bidang sosial, hukum, lingkungan dan politik.

Teks anekdot merupakan suatu cerita singkat yang lucu dan dapat menghibur yang mungkin diambil dari pengalaman hidup seseorang.

Ciri Ciri Teks Anekdot

  1. Pada umumnya menampilkan karakter hewan dan figur manusia.
  2. Lebih mendekati perumpamaan tentang dongeng.
  3. Bersifat humoris.
  4. Berupa sindiran.
  5. Ditujukan pada orang-orang yang penting.
  6. Berkaitan dengan relitas, meskipun perumpamaan dan anekdot mempunyai perbedaan.

Sama dengan teks lainnya, teks anekdot juga mempunyai struktur. Berikut ini adalah penjelasan mengenai struktur teks anekdot :

  1. Abstraksi, merupakan bagian awal paragraf yang berfungsi untuk memberikan suatu gambaran yang jelas tentang isi dari teks anekdot.
  2. Orientasi, merupakan gambaran suasana yang terjadi pada awal cerita.
  3. Event, merupakan gambaran dari rangkaian suatu cerita yang terjadi.
  4. Krisis, merupakan masalah utama yang terdapat dalam sebuah teks anekdot.
  5. Reaksi, yaitu cara untuk menyelesaikan suatu masalah yang timbul di dalam krisis.
  6. Koda, merupakan perubahan yang terjadi pada tokoh.
  7. Re-Orientasi, merupakan suatu penutup atau bagian akhir dari teks anekdot.

Kaidah Teks  Anekdot

Beberapa kaidah bahasa yang terdapat di dalam teks anekdot adalah sebagai berikut :

  1. Menggunakan waktu yang lampau.
  2. Menggunakan kata penghubung atau konjungsi.
  3. Menggunakan kalimat pemerintah.
  4. Menggunakan pernyataan yang rotoris.
  5. Menggunakan kata kerja.
  6. menggunakan kalimat seru.

Contoh Teks Anekdot Singkat

Kesetrika

Suatu hari yang cerah, datanglah seorang laki-laki kerumah sakit dengan kedua telinganya yang terkena luka bakar.

Dokter : “Loh, kenapa telinga anda pak ?”

Pasien : “Begini dok, tadi saya sedang menyetrika baju, nah pada saat saya sedang menyetrika, tiba-tiba telpon saya berdering. Karena reflek, pada saat itu sektrika yang saya pegang saya tempelkan ke telinga kiri saya dok.”

Dokter : “Oh jadi begitu pak, saya paham keluhan anda, terus kalau telinga bapak yang kanan kenapa ?”

Pasien : “Nah itu dia dok, si bego itu nelpon lagi.”

Bagian-Bagian Struktur dari Teks Anekdot Kesetrika :

  • Abstraksi : Suatu hari yang cerah
  • Orientasi : Datanglah seorang laki-laki kerumah sakit dengan kedua telinganya yang terkena luka bakar.
  • Krisis : “Begini dok, tadi saya sedang menyetrika baju, nah pada saat saya sedang menyetrika, tiba-tiba telpon saya berdering. Karena reflek, pada saat itu sektrika yang saya pegang saya tempelkan ke telinga kiri saya dok.”
  • Reaksi : “Oh jadi begitu pak, saya paham keluhan anda, terus kalau telinga bapak yang kanan kenapa ?”
  • Koda : “Nah itu dia dok, si bego itu nelpon lagi.”

Contoh Teks Anekdot Lucu

Tukang Roti

Suatu hari ada tukang roti yang lewat depan rumah, terus teman gue si Enggar manggil. Tidak lama kemudian tukang roti tersebut datang menghampiri kami yang lagi duduk santai di taman depan rumah.

Enggar : “Roti apa aja yang ada bang ?”

Tukang Roti : “Macam-macam, dek.”

Enggar : “Yang ini roti rasa apa yah bang ?”

Tukang Roti : “Yang ini coklat.”

Enggar : “Kalau yang ini rasa apa bang ?”

Tukang Roti : “Ini rasa strawberry dek.”

Enggar : “Kalau ini rasa apa bang ?”

Tukang Roti : “Kalau yang ini rasa nanas dek.”

Enggar : “Terus rotinya mana bang ? dari tadi kok ngomongnya buah-buahan terus ? emangnya abang jual buah apa jual roti ? Kalo kaya gini caranya gue enggak jadi beli bang.”

Tukang Roti : *Hening*

Seketika itu tukang roti mendadak pingsan.

Bagian-Bagian Struktur dari Teks Anekdot Tukang Roti :

  • Abstraksi : Suatu hari ada tukang roti lewat depan rumah
  • Orientasi : Temen gue Enggar manggil
  • Krisis : Terus rotinya mana bang ? dari tadi kok ngomongnya buah-buahan terus ? emangnya abang jual buah apa jual roti ? Kalo kaya gini caranya gue enggak jadi beli bang.
  • Reaksi : Suasana menjadi hening
  • Koda : Seketika itu tukang roti mendadak pingsan

Contoh Teks Anekdot Beserta Strukturnya

Beo Nakal

Sassi, Shafira dan Citra bertetangga dan selalu bersama-sama pergi ke kantor. Sebelum mencapai jalan raya untuk naik kendaraan umum, mereka harus melewati sebuah gang yang salah satu rumahnya memelihara burung beo.

Setiap kali ketiga perempuan ini melewati depan rumah orang yang memelihara beo, si burung beo selalu menyebutkan tiga warna. Sassi curiga bahwa beo tersebut mengetahui warna celana dalam mereka bertiga.

Untuk membuktikan itu benar atau engga mereka janjian untuk menggunakan warna celana dalam yang sama.

Keesokan harinya mereka lewat gang tersebut, si beo berkata “Hitam, hitam, hitam.” Ketiga perempuan tersebut terpana dan kagum. Hari berikutnya dengan tepat si beo menebak warna celana dalam mereka dengan berkata, “Pink, pink, pink.”

Citra mempunyai ide yang sedikit konyol. “Bagaimana kalau besok kita tidak menggunakan celana dalam ? Mau bilang apa coba si beo usil itu ?” Keesokan harinya ketika mereka lewat, si beo mondar-mandir di dalam sangkarnya seperti kebingungan.

Citra dan kawan-kawannya mulai tertawa karena bisa ngerjain burung beo yang usil itu. Tapi tertawa mereka tidak berlangsung lama, karena si beo berkata, “lurus, lurus, keriting.”

Contoh Teks Anekdot Hukum

 

Mencuri Sandal

Abstraksi

Pada suatu pagi, Arya sedang asik makan soto di warung makan kesukaannya. Setelah kenyang Arya bergegas untuk segera pulang.

Orientasi

Ditengah perjalanan pulang Arya mengalami kecelakaan terserempet oleh sepeda motor yang ugal-ugalan. Kecelakaan tersebut mengakibatkan sandal Arya putus. 

Dengan terpaksa Arya berjalan kaki tanpa menggunakan sandal. Karena rumahnya jauh, ia memutuskan untuk pergi ke toko terdekat untuk membeli sandal. Tapi apa daya uangnya tidak mencukupi.

Krisis

Karena uangnya tidak mencukupi, Arya pun mempunyai niat untuk mencuri sandal di masjid yang letaknya hanya beberapa meter dari toko tersebut. Arya hendak mengambil sandal terbaik yang ada di masjid itu.

Sambil duduk diteras masjid, ia memperhatikan setiap orang yang akan masuk ke masjid. Jadi ketika targetnya sibuk beribadah ia segera mengambil sandal tersebut.

Ternyata aksinya berjalan dengan lancar, Arya berhasil mendapatkan sandal berwarna hitam yang merupakan sandal terbagus di masjid tersebut. Tidak diduga sang pemilik sandal menyadari bahwa Arya telah mencuri sandalnya.

Pemilik sandal langsung teriak dan mengejar Arya. Apes sekali Arya, perutnya yang buncit membuat ia tidak bisa berlari kencang. Arya pun dibawa ke kantor polisi.

Setelah dilakukan penyelidikan, Arya di vonis dengan pasal pencurian dan kasusnya akan disidangkan satu minggu lagi. Sial sekali bagi Arya, hal sepele ini membuatnya harus terseret ke meja hijau.

Reaksi

Hari persidangan telah tiba, Arya duduk di kursi tersangka dengan wajah tertunduk.

Hakim : “Baiklah, Arya, umur 24 tahun, telah terbukti telah mencuri sandal seharga 30.000 rupiah. Dengan ini anda dihukum selama 5 tahun penjara.”

Arya : “loh?! Pak, ini tidak adil, mengapa hukuman saya jauh lebih berat dibandingkan dengan para koruptor ?”

Koda

Kemudian hakim memberikan penjelasan kepada Arya, bahwa ia mencuri sendal sehingga merugikan seseorang 30.000 rupiah. Sedangkan para koruptor mencuri uang 2 miliar sehingga merugikan 200 juta rakyat Indonesia. 

Nah kalau dihitung koruptor hanya merugikan 10 rupiah saja setiap orang. Jadi kerugian akibat tindakan yang dilakukan oleh Arya lebih besar daripada tindakan yang dilakukan oleh para koruptor.