Menyusun Percakapan Menemukan Majas

Pada pertemuan minggu lalu ada siswa yang mengeluhkan susah mengerti atau menghafal berbagai majas. Terutama majas yang tergolong baru didengar oleh mereka sperti majas antonomasia.

Nah pada tulisan temen di blognya sengaja ibu ambil dan share di sini agar anak anak makin mengerti dan memahami yang akan ibu paparkan di depan kelas.

Tentu dengam kelengkapan penugasan dan penilaian dengan pemberian tugas majas majas yang lain makan majas antonomasia akan menjadi dipahami oleh anak anak.

Apa dan bagaimana pada penjabaran percakapannya sudah ibu bahas dan silahkan dilihat dalam rangka pemahaman tentu kemungkinan untuk menghadapi ujian ujian sekolah ya?

Contoh Majas Antonomasia

“Komeng menjadi bintang iklan Si Gesit Irit” Pada contoh kalimat tersebut kata “Si Gesit Irit” menggantikan kedudukan motor merk Yamaha. Kata Si Gesit Irit dipilih karena dianggap sesuai dengan sifat yang dimiliki oleh sepeda motor Yamaha yang memang gesit dalam bergerak dan irit dalam penggunaan bahan bakar. Selain pada kalimat di atas, contoh majas antonomasia juga dapat kita temukan pada kalimat-kalimat berikut ini :

Nita berjalan dengan sangat lambat. Lelah sekali jika harus satu tim dengan Si Gemuk itu.

Rino memang wajar jika akhirnya menjadi pimpinan kelompoknya. Si Lincah itu sangat cekatan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan atasan.

Siapa lagi kalau bukan Si Pintar itu yang mewakili sekolah kita dalam perlombaan cerdas cermat ini?

Untaran adalah nama kucingku. Aku sangat menyayangi Si Putih itu sehingga aku membawanya kemana pun pergi.

Si Cantik yang dulu kita kenal sekarang wajahnya telah berubah.

Si Keriting akhirnya merebounding rambutnya juga.

Akhirnya Si Mancung menang juga. Tak salah aku menjagokannya.

Si Hitam, motorku yang paling setia. Kemana pergi, dialah yang setia menemani.

Si Gigi Kuning itu memang tak punya malu. Berani-beraninya dia mengutarakan cinta pada Jessika.

Si Cungkring mulai mengikuti program fitness. Mungkin dia malu dengan tubuhnya itu.

Suttt, lihat! Si centil datang.

Kalo mereka macam-macam! Biar si gendut saja nanti yang menghadapinya.

Si gemuk itu berlari sekuat tenaga hingga napasnya habis ketika dirinya dikejar anjing.

Penjelasan:

Majas antonomasia dalam kalimat di atas ditunjukkan dalam peryataan sifat “si gemuk”. Sapaan “si gemuk” telah menjadi pengganti identitas dan penjelasan terhadap nama atau sapaan lainnya pada subyek. Dodo selalu mampu menjawab pertanyaan pada soal ujian fisika di kelasnya, tak heran jika dirinya dijuluki sebagai si cerdas.

Maksud Tujuan :

Pada kalimat di atas sapaan “si cerdas” merupakan suatu identitas pengganti dari subyek. Sapaan tersebut juga menjelaskan tentang sifat dan karakteristik dari subyek yang melangkapi peryataan penjelasan lainnya dalam kalimat.

Dan perhatikan lagi beberapa kalimat majas antonomasia pda contoh yang lainnya berikut ini:

Si pintar itu kini berhasil mendapatkan berasiswa dari delapan universitas negeri ternama di Indonesia.

Aku malas bertemu dengan si cerewet itu, ia selalu saja membuat telingaku panas.

Kenapa lagi dengan si pembuat onar itu? selalu saja membuat masalah di mana saja.

Kemana perginya si pemalas itu? selalu saja menemukan tempat yang bagus untuk membolos sekolah.

Apa kau sadar bahwa kau dijuluki sebagai si dungu? bahkan kerbau saja malu disamakan dengan dirimu.

Kenapa si manis dan cantik itu tak masuk sekolah hari ini?

Mengapa si gemuk temanmu itu tidak juga mau memperbaiki pola makannya? Bukanlah ia ingin memiliki tubuh yang ideal?

Sungguh aku rindu dengan si mata indah itu, kapan kau bisa mempertamukanku dengannya lagi?

Kemana perginya si rambut ikal itu? Berani-beraninya ia mencuri buku gambar milikku.

Aku ingin bertanya banyak hal tentang keluarga besarku pada si jangkung itu, ternyata ia ialah salah seorang kerabat jauhku.

Bagaimana kau bisa berteman dengan si gimbal yang urakan itu? Apa kau ingin mendapat pengaruh buruk darinya?

Kenapa si rambut keriting penjual kue basah itu belum juga muncul? padahal aku ingin memborong semua kue dagangannya.

Sungguh aku tak tahan menahan tawa ketika mendengar celotehan si pembual itu.

Latihan dan Tugas

1. Buatlah sebuah cerita dalam 1 paragraf yang mengandung majas antonomasia!

2. Buatlah dalam dua paragraf yang inti percakapannya terdapat majas personifikasi dan majas litotes!

3. Walaupun tiap hari berpeluh keringat, tak sedikit pun Darman mengeluh. Semangatnya keras bagaikan baja.Tentukan majas!

4. Bacalah dialog berikut dengan saksama!

Nita: Fik, kamu mengerti tidak akibat orang yang suka mengonsumsi narkoba.

Ifik: Tahu kak. Kan sudah diajarkan dan dijelaskan panjang lebar oleh dokter sekolah kami.

Nita: Tetapi, mengapa kamu tidak melarang teman kamu si Kiki.

Ifik: Kakak Nita saja yang memberitahukan karena kalau saya, tidak mau menurut.

Nita: Ya, kamu jangan mencontoh dia ya. Kalau sudah tertangkap, menyesal juga tidak ada gunanya.

Tentukan majas , peribahasa , ungkapan atau pepatah!

5. Gaya bahasa yang pemakaian kata-katanya bukan arti sebenernya.

Contoh : Dia anak emas pamanku. Majas kalimat tersebut adalah…….