Tugas Materi Cerita Hikayat X TKJ

Kerjakan Tugas Materi Cerita Hikayat Kelas X Bind

1Jelaskan devinisi hikayat!

2. Ap perbedaan antara dongeng dengan cerita hikayat?

3. Bagaimana ciri ciri dari hikayat?

4. Sebutkan 4 unsur dari struktur hikayat!

5. Berdasarkan asalnya jenis hikayat dibedakan menjadi 4 sebut dan jelaskan!

5. Berdasarkan isinya hikayat digolongkan menjadi 3 bagian sebutkan!

6. Pada ciri hikayat ada yang namanya istana sentris jelaskan!

7.Mengapa cerita hikayat selalu menceritakan tentang kehebatan dan kesaktian para tokohnya?

8. Buatlah sinopsis hikayat dalam 3 paragraf!

9. Sebutkan unsur pembangun pada cerita hikayat yang kalian buat pada no 9!

10. Apa manfaat yang diperoleh setelah kalian membaca dan menganalisis cerita hikayat?

Pengertian hikayat adalah
suatu bentuk karya sastra prosa, terutama dalam Bahasa Melayu lama yang berisikan tentang cerita, kisah, dan dongeng (Wikipedia).

Pada umumnya hikayat mengisahkan tentang kehebatan maupun kepahlawanan seseorang lengkap dengan kesaktian, keanehan serta mukjizat tokoh utama. Sebuah hikayat dibacakan untuk hiburan, untuk membangkitkan semangat juang ataupun untuk pelipur lara.

Ciri-ciri hikayat.

Salah satu karya sastra melayu lama yang berbentuk prosa memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Anonim. Artinya pengarang hikayat pada umumnya tidak diketahui.

Istana Sentris. Artinya menceritakan tokoh yang berkaitan dengan kehidupan kerajaan atau istana atau pusat ceritanya berada didalam lingkungan istana.

Bersifat Statis. Artinya tetap atau tidak banyak terjadi perubahan.

Bersifat Tradisional. Artinya meneruskan budaya/tradisi/kebiasaan yang dianggap baik.

Bersifat Didaktis. Artinya mendidik baik didaktis secara moral maupun didaktis secara religi.

Bersifat Komunial. Artinya menjadi milik masyarakat.

Menggunakan Bahasa Klise. Artinya menggunakan bahasa yang diulang-ulang.

Menceritakan Kisah Universal Manusia. Artinya menceritakan kisah seperti peperangan antara yang baik dan yang jahat, dan akan dimenangkan oleh yang baik.

Bersifat Magis. Artinya pengarang akan membawa pembaca ke dunia khayal/imajinasi yang serba indah.

Pralogis. Artinya banyak cerita pada hikayat tidak dapat diterima oleh akal manusia.

Statis. Artinya bersifat kaku dan tetap.

Menggunakan Kata Arkhais. Artinya kata-kata yang saat ini sudah tidak lazim digunakan, seperti syahdan.

Jenis-jenis Hikayat

Adapun jenis-jenis hikayat ini terdiri atas 3 jenis, diantaranya jenis hikayat berdasarkan isinya berdasarkan asalnya dan berdasarkan nilai historis. Penjelasan ringkasnya seperti berikut ini.

Berdasarkan Isinya

Berdasarkan isinya, hikayat dapat digolongkan ke dalam 3 jenis, yaitu sebagai berikut:

Jenis Rekaaan, misalnya Hikayat Malim Dewa.

Jenis Sejarah, misalnya Hikayat Hang Tuah, Hikayat Raja-Raja Pasai dan lain sebagainya.

Jenis Biografi, misalnya Hikayat Abdullah, Hikayat Sultan Ibrahim bin Adam dan lain sebagainya.

Struktur hikayat terdiri dari empat unsur, yaitu:

Tema: Menyangkut soal kepercayaan, pendidikan, agama, pandangan hidup, adat-istiadat, percintaan, dan sosial.

Penokohan: Erat kaitannya dengan alur dan peristiwa-peristiwa. Hikayat tampaknya tidak jauh berbeda dengan Roman (baca: Pengertian Roman ). Pertentangan antara tokoh utama yang baik dan yang jahat. Biasanya yang baiklah yang mendapat kemenangan, sedangkan yang jahat dapat dikalahkan.

Latar: Lingkungan atau menyangkut aspek yang lebih luas. Memahami latar hikayat tidak lepas dari lingkungan pengarang pada saat itu.

Sudut pandang: Menceritakan suatu peristiwa, pengarang boleh memilih sudut pandang mana ia akan menceritakan cerita itu. Pada umumnya, pengarang hikayat adalah pengarang pengamat. Seorang penulis hikayat seolah-olah mengetahui apa saja yang akan terjadi dalam cerita yang disampaikan.

Berdasarkan Asalnya

Berdasarkan asalnya, hikayat dapat digolongkan ke dalam 4 jenis, yaitu sebagai berikut:

Pengaruh Melayu Asli, misalnya Hikayat Indera Bangsawan, Hikayat Si Miskin dan lain sebagainya.

Pengaruh Jawa, misalnya Hikayat Indera Jaya dan Hikayat Panji Semirang.

Pengaruh Hindia, misalnya Hikayat Sri Rama dan Hikayat Sang Boma

Pengaruh Arab-Persia, misalnya Hikayat Seribu Satu Malam dan lain sebagainya.