Ujung Jalan,…

Kulihat malam begitu dalam
Dan angin berdesah bimbang
Aku pun tertegun sebelum melangkah
Masihkah kau simpan perasaan sayang
yang dahsyat dalam diriku

Kudengar senandung lamat-lamat
Begitu akrab dan kukenal
Seakan melempar ke masa silam
Ketika kita bertemu di ujung jalan
Saling membaca perasaan masing-masing
Dan setuju untuk sama-sama berjuang

Haruskah cinta berakhir sedih
Karena kita tak memilih

Tidak, kulihat nyala api masih mambakar
Ketika kita terlena dan tubuh mengucap
Betapa dalam perasaan bertaut
Bahkan semakin bersatu ketika jalan tertutup

Dan akupun bertambah yakin
Tak ada yang mampu membunuh yang bertekad

Kulompati pagar dan menyelinap masuk
Berdiri didepan pintu memanggil namamu
Mengucap salam dan sebuah janji
Berikan aku kesempatan menyayangi

Kita telah bergetar disini
Tidak pernah berubah hanya lebih dewasa
Tinggal kamu siap membuka pintu
Tiba saatnya untuk berhenti ragu
               

Saat langkah ini tergetar-getar…
Aku dan  khayalanku menitih tiap wajah,menangkap tiap kata
Hati mencatat….smangat menggelora  adalah gairah hidup

Mencintaimu dengan ketulusan bagaikan kata penuh makna…

Dalam birunya air yang kuselam,di sana ada nada yang lekat dalam jiwa
mengobati semua luka menghapus semua racun dalam dada

Mencintaimu dengan kesabaran….laksana api yang membakar ranting
kemudian menjadikannya abu
Sempurna dengan alunan nada tak akan berhenti sebelum angin paksakan redup

Mencintaimu dengan apa adanya laksana waktu yang menggandeng hari….
Manis dan pahit seperti dalam secangkir kopi adalah realita kehidupan
terseok menggapai angan menangkap sejuta mimpi tanpa resah tanpa lelah

Mencitamu tanpa biaya?….bumbunya adalah kemesraan nyata…
adalah bentuk  kesederhaan…karena yang termahal tak mungkin kupunya
Dan mencintaimu dengan kesabaran adalah penghargaan  yang termahal

zefara azzahra pada malam,27 feb 2012